Town Wire News
Indonesia · Jakarta

2 Pendaki Singapura Hilang Akibat Erupsi Gunung Dukono, 1 Ditemukan Meninggal

Indonesia · Bencana Alam  |  2026-05-10

Erupsi Gunung Dukono di Halmahera, Maluku Utara menyebabkan dua pendaki asal Singapura hilang tertimbun abu vulkanik. Satu pendaki telah ditemukan meninggal dunia, sementara tim SAR gabungan terus bekerja keras di tengah kondisi medan yang berbahaya untuk menemukan satu pendaki lainnya.

Erupsi Gunung Dukono: 2 Pendaki Singapura Hilang, 1 Meninggal — Tim SAR Terus Cari

Poin Utama

Kronologi Erupsi dan Hilangnya Para Pendaki

Gunung Dukono yang terletak di Pulau Halmahera, Maluku Utara, merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang hampir setiap hari mengeluarkan asap dan abu vulkanik. Dua pendaki asal Singapura yang tengah melakukan pendakian dilaporkan hilang setelah terjadi erupsi yang menyemburkan abu tebal ke area pendakian. Situasi ini menjadi sangat berbahaya karena abu vulkanik dapat menyebabkan sesak napas, mengurangi jarak pandang secara drastis, dan menimbun jalur evakuasi.

Informasi mengenai hilangnya para pendaki diterima oleh pihak berwenang tidak lama setelah kejadian. Tim SAR segera diaktifkan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan di lereng gunung yang masih dalam kondisi berbahaya akibat aktivitas vulkanik yang belum sepenuhnya mereda.

Operasi SAR di Medan Berbahaya

Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, dan relawan setempat dikerahkan untuk mencari dua pendaki yang hilang. Operasi pencarian dihadapkan pada tantangan berat mengingat kondisi medan yang sulit, dengan lapisan abu vulkanik tebal yang menutupi jalur pendakian dan mengurangi kemampuan gerak tim pencari.

Dalam proses pencarian, satu pendaki berhasil ditemukan namun dalam kondisi meninggal dunia. Diduga korban tertimbun atau terpapar abu vulkanik dalam jumlah besar saat erupsi berlangsung. Evakuasi jasad korban dilakukan secara hati-hati mengingat medan yang masih berbahaya. Sementara itu, upaya pencarian pendaki kedua terus dilanjutkan meski kondisi lapangan sangat menantang.

Gunung Dukono: Salah Satu Gunung Api Paling Aktif di Indonesia

Gunung Dukono dengan ketinggian sekitar 1.335 meter di atas permukaan laut dikenal sebagai salah satu gunung api yang hampir tidak pernah berhenti beraktivitas di Indonesia. Aktivitas vulkaniknya yang konsisten menjadikan gunung ini menjadi objek perhatian para peneliti dan penggemar wisata vulkanik. Namun, aktivitas yang terus-menerus ini juga menjadi risiko besar bagi siapa pun yang mendekati kawasan gunung tanpa persiapan dan informasi yang memadai.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara rutin memantau aktivitas Gunung Dukono dan menetapkan status siaga yang harus dipatuhi oleh masyarakat maupun wisatawan. Pendaki yang ingin mendaki gunung aktif diwajibkan untuk terlebih dahulu memeriksa status aktivitas terkini dan mendapat izin dari pihak berwenang setempat.

Prosedur Keselamatan Pendakian Gunung Aktif

Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya prosedur keselamatan yang ketat dalam mendaki gunung berapi aktif. Setiap pendaki diwajibkan untuk mendaftar diri dan mendapat persetujuan dari pengelola kawasan atau pihak berwenang setempat sebelum mendaki. Selain itu, pendaki harus membawa perlengkapan keselamatan yang memadai, termasuk masker pelindung abu, lampu senter, cadangan makanan dan air, serta peralatan komunikasi darurat.

Bagi warga negara asing yang ingin mendaki gunung di Indonesia, prosedur registrasi dan briefing keselamatan menjadi kewajiban tambahan. Kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang perlunya kewaspadaan ekstra saat berwisata ke gunung berapi aktif, terutama di kawasan timur Indonesia yang memiliki banyak gunung api dengan tingkat aktivitas tinggi.

Tanggapan Pemerintah dan Langkah Selanjutnya

Pemerintah daerah Maluku Utara bersama Basarnas menyatakan komitmen untuk menyelesaikan operasi SAR dan memastikan seluruh korban berhasil dievakuasi. Koordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Singapura di Jakarta juga sedang dilakukan untuk mengurus kepulangan jenazah dan memberikan informasi kepada keluarga korban di Singapura.

Setelah operasi SAR selesai, pihak berwenang berencana melakukan evaluasi menyeluruh mengenai prosedur izin pendakian di kawasan Gunung Dukono dan gunung-gunung berapi aktif lainnya di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa yang akan datang, sekaligus tetap membuka akses wisata alam yang bertanggung jawab.